5 Negara yang Sukses Setelah Pindah Ibukota

Published On August 13, 2019 | By Proman Energenesis | Editor's Picks, Knowledge

Ramai diperbincangkan soal kepindahan ibukota Indonesia ke wilayah Kalimantan. Pro kontra pun bermunculan. Tapi sepertinya pemerintah memperlihatkan keseriusannya untuk mewujudkan hal ini.

Lalu, apa yang menjadi alasan sehingga suatu negara harus pindah Ibukota?

Ibukota negara lazimnya menjadi pusat pertumbuhan dari segala macam aktifitas, termasuk aktifitas pemerintahan, aktifitas bisnis, dan tentunya masih banyak lagi, hingga membutuhkan tata kota yang baik.

Masalah lalu lintas, seperti kemacetan juga kerap menjadi salah satu pangkal masalah di ibukota. Banyaknya warga daerah yang pindah ke ibukota bisa jadi hal lain yang membuat ibukota penuh sesak.

Lantas, bagaimana nasib negara-negara yang pernah memindahkan ibukota negaranya?

Simah dulu deh sob.

1. Jepang (Kyoto ke Tokyo)

Pindah Ibu Kota

Jepang memindahkan Ibukota negaranya dari Kyoto ke Tokyo dikarenakan memiliki masalah populasi dan juga alasan untuk pemerataan ekonomi.

Kyoto merupakan salah satu kota tertua di Jepang dan merupakan ibukota selama lebih dari satu milenium setelah didirikan pada tahun 794 M.

Karenanya tak heran Kyoto menjadi kota yang penuh sesak dengan populasi yang kian membeludak dari tahun ketahun. Sehingga akhirnya pusat pemerintahan di pindahkan ke Tokyo

Awalnya, Tokyo hanyalah sebuah desa terpencil bernama Edo. Pada tahun 1457, Ota Dōkan membangun Istana Edo abad ke-18.

Edo menjadi kota terbesar di Jepang setelah menjadi pusat administrasi seiring dibangunnya kota secara bertahap.

Edo, sekarang dikenal sebagai Tokyo. Kota ini sekarang menyandang predikat 3 kota terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Tokyo kini sangat modern dengan koneksi yang baik dengan dunia barat.

Sedangkan Kyoto kini dikenal sebagai kota budaya Jepang dengan banyak situs warisan UNESCO yang kaya tradisi. 

2. Inggris (Winchester ke London)

Pindah Ibu Kota

Winchester adalah ibukota kerajaan Wessex, dan ketika Inggris dipersatukan pada tahun 927 M, kota ini dijadikan sebagai ibukota atau pusat pemerintahan seluruh kerajaan.

Salah satu alasan dipindahkannya ibukota dari Winchester ke London karena London adalah ibukota Parlementary yang memenangkan perang saudara di Inggris, namun alasan itu sebenarnya masih dalam perdebatan panjang.

Secara geografis, London terletak di Sungai Thames dan merupakan pelabuhan besar yang tersedia untuk kapal-kapal pengangkut samudera dan juga kapal sungai.

Sampai saat ini London merupakan satu kota di Eropa yang paling pesat perkembangannya berdasarkan luas wilayah.

Sementara Winchester saat ini menjadi lokasi Universitas Winchester dan Winchester College, sekolah umum tertua di Inggris yang masih menggunakan bangunan aslinya.

3. Brasil (Rio de Janeiro ke Brasilia)

Pindah Ibu Kota

Brazil tercatat beberapa kali pindah ibukota. Awalnya adalah kota Salvador yang dipindah ke Rio de Janeiro, kemudian Rio de Janeiro ke Brasilia.

Sebenarnya, pemindahan dari ibukota Brasil dari Rio de Janairo ke Brasilia ini sudah direncanakan sejak abad XVIII, dan sudah dimasukkan dalam konstitusi negara.

Ternyata, langkah ini berhasil dan membantu menyeimbangkan populasi penduduk Brasil.

Brasília juga dipilih sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena arsitekturnya dan perencanaan kota artistiknya yang unik, direncanakan dan dikembangkan oleh Lúcio Costa dan Oscar Niemeyer.

4. Australia (Melbourne ke Canberra)

Pindah Ibu Kota

Australia sebagai entitas politik koloni Inggris di benua Australia bergabung untuk membentuk persemakmuran Australia pada hari pertama abad ke-20.

Pada waktu itu, Melbourne yang merupakan kota terbesar di Australia dipilih sebagai ibukota sementara.

Kemudian dipilihkan Canberra sebagai ibukota menggantikan Melbourne. Keputusan itu dikarenakan Canberra dianggap memenuhi syarat, karena memiliki taman kota dan danau besar di pusat kota.

Selain Sydney, Melbourne maupun Canberra kini menjadi kota besar dan modern di Australia.

5. Malaysia (Kuala Lumpur ke Putrajaya)

Pindah Ibu Kota

Kuala Lumpur yang pernah menjadi ibukota Malaysia ini pernah mengalami problema seperti yang terjadi di Jakarta saat ini, yaitu kesemrawutan tata kota dan persoalan kemacetan yang luar biasa

Ditahun 1999, pemerintah Malaysia berusaha mengurai masalah tersebut dengan memindahkan pusat pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Putrajaya.

Malaysia mulai mengubah daerah Putrajaya agar layak untuk menjadi pusat pemerintahan dengan pembangunan infrastuktur hingga pembangunan gedung-gedung baru dilakukan. Baru kemudian kantor pemerintahan dipindahkan.

Hasilnya mulai tampak pada 2013, pertumbuhan ekonomi Malaysia berkembang secara signifikan. Banyak efesiensi dan efektivitas tercapai dengan langkah pemindahan ibukota negara tersebut.

Akhir Kata

Nah sob, itulah tadi beberapa negera yang berhasil memindahkan ibukotanya dan membuktikan dengan pemindahan ibukota tersebut pengendalian pemerintahan, masalah populasi, maupun industri dapat berjalan dengan baik.

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *